Mama, Pahami Beberapa Peraturan Tak Tertulis di Sekolah Si Kecil
![]() |
| Source: Freepik/senivpetro |
Saat anak sudah memasuki
usia sekolah, sebagai orangtua pasti selalu ingin mendukung si Kecil di sekolah
tempat ia belajar. Mama tentu sangat bersemangat mengantar anak sekolah dan
memberikan dukungan dalam hal apapun. Bahkan, Mama semangat mendukung anak
secara maksimal, seperti ikut berpartisipasi menyiapkan acara di sekolah atau
membantu anak mengerjakan home project dengan
baik. Namun, banyak juga Mama yang biasa-biasa saja dan tergolong cuek dengan
sekolah anak. Berdasakan pengalaman saya sebagai seorang guru, berikut adalah beberapa etika yang wajib dimiliki orangtua di sekolah:
![]() |
| Source: Pixabay/ddmitrova |
1. Saat Anak Sakit,
Biarkan Anak Istirahat di Rumah
Banyak Mama yang merasa
bahwa biaya sekolah mahal dan oleh karenanya, anak harus masuk setiap hari
meskipun sedang sakit. Tentu hal ini bukan hal yang layak dilakukan, apalagi
jika si Kecil benar-benar dalam keadaan lemas dan perlu istirahat. Jika si
Kecil sedang sakit, biarkan ia istirahat di rumah untuk pemulihan. Selain untuk
memberi kesempatan anak kembali sehat, dengan membiarkan si Kecil istirahat di
rumah juga berarti bahwa Mama peduli dengan teman-teman si Kecil di sekolah.
Bagaimana tidak, jika si Kecil sakit karena terjangkit virus seperti flu, maka
Mama ikut mencegah virus flu bertebaran di kelas anak. Sebaliknya, jika Mama
memaksa anak masuk ketika sedang sakit, bisa-bisa teman si Kecil juga ikut
tertular lho, Ma.
2. Antar dan Jemput Anak
Tepat Waktu
Terkadang sebagai
orangtua, Mama juga disibukkan dengan berbagai pekerjaan rumah maupun kantor.
Tak jarang, saat tiba waktunya menjemput anak sekolah, Mama datang terlambat.
Nah, meskipun sekolah anak memiliki petugas keamanan dan tempat yang aman untuk
menunggu jemputan, terlambat menjemput anak bukanlah hal bijaksana untuk
dilakukan secara terus menerus. Jika Mama sering terlambat menjemput si Kecil,
ia akan merasa sedih karena sebagian besar teman-temannya sudah dijemput.
Selain itu, hal tersebut dapat membebani tugas guru untuk menyiapkan segala
yang dibutuhkan untuk pembelajaran esok harinya. Cobalah untuk selalu menjemput
si Kecil tepat waktu ya, Ma!
![]() |
| Source: Pexels/Daria Shevtsova |
3. Pakai Baju yang Sopan
Sekolah si Kecil biasanya
memiliki banyak kegiatan yang mengundang orangtua untuk ikut serta berperan
aktif. Oleh karena itu, Mama jadi sering pergi ke sekolah si Kecil. Sebelum
pergi, pastikan Mama menggunakan baju yang sopan, ya. Mungkin setiap sekolah
memiliki peraturan khusus terhadap bagaimana orangtu berpakaian. Namun,
pastikan untuk menggunakan pakaian yang nyaman dan pantas dikenakan untuk
bertemu guru si Kecil maupun para Mama yang lain ya, Ma.
4. Berkomunikasi dengan
Guru
Guru merupakan orangtua
kedua anak selama berada di sekolah. Dengan begitu, guru merupakan partner Mama
dalam mendidik anak. Mama harus sering berkomunikasi dengan guruterkait dengan
perkembangan si Kecil maupun tentang apa saja yang erlu menjadi perhatian
bersama seperti kesehatan anak atau sikap anak dalam berteman dan lain
sebagainya. Hindari memberikan komplain tanpa berdiskusi terlebih dahulu ya,
Ma. Sebaiknya, libatkan guru sebagai partner berdiskusi yang baik tentang anak.
5. Rayakan Ulang Tahun
Secara Sederhana
Jika Mama memiliki
keinginan untuk merayakan ulang tahun anak di sekolah, pastikan bahwa kegiatan
ulang tahun tersebut sangat sederhana dan tidak mengganggu aktivitas belajar di
sekolah. Fokuslah pada tujuan bersyukur dan berbagi di hari ulang tahun anak,
tidak perlu merayakannya secara besar-besaran. Mama bisa memanfaatkan waktu snack time atau break untuk menyelenggarakannya. Hindari membawa banyak properti,
apalagi jika Mama meminta tolong guru untuk menyiapkan segalanya. Namun,
sebaiknya Mama bertanya dulu mengenai peraturan perayaan ulang tahun di sekolah
anak ya, Ma.
![]() |
| Source: Pexels/Christina Morillo |
6. Gunakan Bahasa yang
Baik
Saat berkomunikasi dengan
guru maupun semua staf di sekolah si Kecil, pastikan Mama menggunakan bahasa
yang baik dan benar. Bertutur kata dengan bahasa yang baik membantu Mama
menyampaikan maksud perkataan Mama dengan lebih jelas. Selain itu, hal tersebut
tentu mampu meminimalisir kesalahpahaman antar pihak sekolah dan Mama. Perlu
diingat juga, jika si Kecil bersekolah di sekolah internasional, maka Mama pun
disarankan untuk berkomunikasi menggunakan Bahasa Inggris. Pastikan juga Mama
selalu menjaga emosi dalam berkomunikasi dengan pihak sekolah ya, Ma.
7. Percaya dan
Bekerjasama dengan Guru
Seperti sudah disinggung
di poin keempat, guru merupakan partner Mama dalam kaitannya dengan
perkembangan si Kecil di sekolah. Untuk itu, bangun relasi dan kepercayaan yang
kuat satu sama lain sehingga tujuan pendidikan anak tercapai. Jangan ragu untuk
bertanya dan berdiskusi dengan guru terkait hal-hal yang bisa dilakukan Mama di
rumah untuk menunjang keberhasilan si Kecil. Percayalah, guru akan merasa
sangat senang dan terbuka jika Mama mau bekerjasama demi perkembangan si Kecil.
Intinya, jangan segan
untuk aktif terlibat dalam pendidikan si Kecil ya, Ma. Bangun relasi yang baik
dengan pihak sekolah dan para Mama yang lain, serta mulai berperan aktif dalam
kegiatan-kegiatan sekolah. Jangan lupa untuk selalu bersikap dan berkomunikasi
yang baik dengan pihak sekolah, karena sekolah butuh peran Mama untuk
tercapainya tujuan pendidikan si Kecil.




0 komentar