• Home
  • About
  • Categories
    • Motherhood
    • Women
    • Life
  • Contact
Twitter Instagram Facebook

Clara in Halves


It was such a miracle. It is a miracle. And it will be a miracle for both of us. Jatuh cinta itu tidak mudah. Setidaknya, itulah yang kami alami. Kami sama-sama jatuh cinta, sama-sama ingin bersama, tapi ada belenggu besar di antara kami saat itu. Perbedaan sangat besar yang membuat kami bertanya-tanya, akankah impian hidup bersama bisa menjadi nyata? Nyatanya, bisa.

...

Setelah kemelut panjang, perdebatan tak berkesudahan, beribu isak tangis dan air mata, akhirnya kami memutuskan untuk menikah. Keputusan besar yang mengubah hidup kami. Kami melangsungkan pernikahan secara sederhana, dengan waktu persiapan hanya kurang lebih tiga bulan saja. Heboh, capek, tapi senang. Banyak miskomunikasi di sana-sini tapi puji Tuhan sampai hari H semua aman terkendali.







Karena pernikahan kami begitu sederhana, orang-orang yang diundang pun hanya teman dekat dan keluarga. Baju pengantin wanita saya gambar sendiri, cari kain sendiri, lalu saya setorkan ke penjahit langganan untuk menekan biaya. Undangan pun begitu. Saya desain sendiri, lalu saya setor ke percetakan untuk dicetak. Kebetulan kami membuat dua macam undangan, satu undangan resepsi (yang dicetak di percetakan), dan undangan pemberkatan. Alasan kami membuat dua macam undangan tidak lain karena tidak semua yang kami undang ke resepsi, kami undang pula ke acara pemberkatan. Kami juga merasa, dengan membedakan undangan, maka para undangan akan merasa spesial, karena para undangan pemberkatan juga merupakan orang-orang yang dekat dengan keluarga kami.



Lokasi yang kami pilih adalah sebuah restoran dengan gaya joglo, sehingga konsep pernikahan Jawa yang akan kami langsungkan bakal terasa lebih kental suasana Jawa-nya. Tentu saja, makanan pun kami pesan di restoran tersebut untuk efisiensi. Tenang, kami tidak asal pilih restoran, kok. Kami sampai berkali-kali food testing karena memang cita rasa masakannya enak. Hihihi. Nama restoran yang kami pilih adalah restoran Joyo Hartono, berlokasi di dekat Kantor Bupati Gresik. Restoran tersebut sangat fleksibel dalam mengabulkan permintaan pelanggan. Saat itu, kebetulan di tanggal yang sama dengan pernikahan saya, restoran sudah di­­-book untuk acara pernikahan juga di pagi hari. Namun, beruntungnya pihak restoran menyanggupi melaksanakan pernikahan kami pada malam harinya. Sungguh luar biasa.




Berkaitan dengan adanya pernikahan di tempat yang sama di pagi harinya, dekorasi yang kami pesan pun ndilalah dari tempat yang sama dengan dekorasi acara paginya. Jadi, Salon Ceha, tempat kami menyewa dekorasi, menyanggupi untuk mendekor venue untuk acara malam hari. Karena hal itulah, saya dapat bonus salah satu elemen dekorasi yang sebenarnya tidak saya pesan. Ini juga luar biasa, kan?

Untuk souvenir, kami sengaja memilih sumpit karena ada pesan tersirat di balik sepasang sumpit. Ya, apalagi kalau bukan “sumpit harus berpasangan, fungsinya tidak maksimal jika hanya satu batang saja”. Sama seperti suami istri, harus selalu berpasangan dan tidak dapat terpisahkan. Ceilaaah. Souvenir ini kami beli secara online, lalu kami hias sendiri. Pokoknya yang bisa dikerjakan sendiri, pasti kami kerjakan sendiri.

Ah, mengingat masa-masa pernikahan bikin kembali deg-degan. Tentu saja banyak konflik, perdebatan, tapi perjuangannya nikmat sekali. Apalagi keluarga besar saling bahu membahu membantu pernikahan kami terlaksana dengan baik. Fix jadi momen paling spesial dan tak terlupakan buat kami berdua.

Ibuku juga jauh-jauh datang dari Kalimantan untuk hadir di pernikahan kami. Dan, hari itu, 9 Juli 2017, semua orang nampak bahagia. Kakak perempuanku juga dengan tulus melepasku untuk menikah mendahuluinya. Tentu saja ada ritual yang membuat kami berpelukan, menangis, namun sungguh bahagia. Karena, sejatinya kakak perempuanku adalah kakakku sekaligus teman sekaligus orangtua bagiku. Tidak mudah, tentu, untuk menikah mendahuluinya. Namun dengan penuh kerendahan hati kami berdua pun mampu menghadapinya.




Semua keluarga bahagia, semua undangan bahagia, pasangan pengantin pun bahagia.

Share
Tweet
Pin
Share
3 komentar
Newer Posts
Older Posts

About me

Trying to be sane all the time by being different persons and having different roles everyday. Sometimes I’m myself, sometimes I’m a mother to two sons, sometimes I’m a colleague and sometimes I’m a wife to my husband.

Follow Me

  • Twitter
  • Facebook
  • Instagram

Categories

  • Children (2)
  • Kids (2)
  • Life (6)
  • Marriage (5)
  • Motherhood (4)
  • Parenting (2)
  • Play and Learn (1)
  • Pregnancy (4)
  • Printable (1)
  • School (2)
  • Toddlers (2)
  • Women (4)

recent posts

Sponsor

Blog Archive

  • Mei 2020 (1)
  • Februari 2020 (1)
  • Maret 2019 (1)
  • Januari 2019 (2)
  • Agustus 2018 (1)
  • Mei 2018 (1)
  • Februari 2018 (2)

I'M PART OF

I'M PART OF
Facebook Twitter Instagram
FOLLOW ME @INSTAGRAM

Created with by ThemeXpose